Begitu sulitnya manusia melepaskan si aku dari raga mereka. Melepaskan semua EGO yang terus berkembang biak didalam DIRI atas harta, tahta , dan wanita. Kuasa atas ilmu yang dimiliki , kuasa atas jabatan yang ditempati , kuasa atas segala yang dia punya, dan kemudian mengakui dihadapan Tuhannya. Dan saatnya dirinya, memasuki relung hatinya yang terdalam, bersama dengan ‘Sang DIRIJATI’. Diam disana, dalam pengakuan, . YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK , (maha membolak-balikkan hati) hati yang mengakui, menyadari, menerima, dalam totalitas penuh , sesungguhnya dirinya adalah orang yang berserah. Sesungguhnya keadaannya, akan sukarela atau terpaksa dirinya memang harus berserah. Semua terjadi atas skenario dan kehendak Tuhan Semesta ALAM. Betapa sulitnya Memaknai kata ‘berserah diri’ . Terserah bagaimana atas kehendak-Nya dalam mengajari kita. Sebab pengajaran bisa melalui apa saja dan dimana saja. Namun sungguhkah kita bisa mencerna semua pelajara...
Tidak ada hal-hal yang benar-benar anda cari dalam berspiritual. Kecuali, suatu kondisi yang membuat anda berpikir bahwa hidup ini bermakna. Bahwa anda merasa tercerahkan, bahwa anda merasa terkoneksi dengan sesuatu, bahwa anda merasa sudah berada di jalan yang benar, bahwa anda sudah merasa ketenangan didalam jiwa, bahwa anda merasa memiliki ketentraman hati dan bahwa anda ini dan itu masih banyak lagi keinginan keinginan yang lainnya. Nilai-nilai yang anda asumsikan sebagai suatu pencapaian, akan terus bertumbuh dan Bergerak mengikuti dimensi pikiran anda yang terus berkembang. Bertumbuh karena anda berpikir. Apa yang anda pikirkan saat ini, berkemungkinan akan berubah disuatu saat nanti. Bisa juga stagnasi ( keadaan terhenti) ketika anda telah menyimpulkan sebagai sesuatu yang final. Ini murni tentang pikiran anda. Setiap pemikiran yang anda ceritakan, dan cukup menyakinkan, akan menguatkan kesimpulan anda. Diperkuat dengan pikiran lain yang teryakin...