Tidak ada hal-hal yang benar-benar anda cari dalam berspiritual. Kecuali, suatu kondisi yang membuat anda berpikir bahwa hidup ini bermakna. Bahwa anda merasa tercerahkan, bahwa anda merasa terkoneksi dengan sesuatu, bahwa anda merasa sudah berada di jalan yang benar, bahwa anda sudah merasa ketenangan didalam jiwa, bahwa anda merasa memiliki ketentraman hati dan bahwa anda ini dan itu masih banyak lagi keinginan keinginan yang lainnya.
Nilai-nilai yang anda asumsikan sebagai suatu pencapaian, akan terus bertumbuh dan Bergerak mengikuti dimensi pikiran anda yang terus berkembang. Bertumbuh karena anda berpikir. Apa yang anda pikirkan saat ini, berkemungkinan akan berubah disuatu saat nanti. Bisa juga stagnasi (keadaan terhenti) ketika anda telah menyimpulkan sebagai sesuatu yang final. Ini murni tentang pikiran anda. Setiap pemikiran yang anda ceritakan, dan cukup menyakinkan, akan menguatkan kesimpulan anda. Diperkuat dengan pikiran lain yang teryakinkan. Saat anda mengalami sebuah fenomena hidup, anda bisa saja berpikir, itu suwung, itu meditasi, itu moment sakral, itu turunan ,itu anda yang telah mencapai sesuatu.
beberapa Asumsi anda tentang itu, memberi banyak makna. Makna yang membuat hidup anda terasa bermakna.
Setiap pejalan spiritual, setiap tindakan yang memicu pikiran anda berpikir, pasti akan memunculkan sensasi. Makanya, setiap pejalan spiritual seolah mampu menghantarkan anda untuk melakukan sebuah pencapaian. Karena pencapaian itu adalah sensasi yang anda rasakan dan simpulkan sebagai sebuah pencapaian.
Untuk itu, anda akan benar-benar mendalami maknanya, saat anda mengetahui mekanisme sistem syaraf otak dalam memunculkan sensasi. Tentang bagaimana sensasi rasa senang, rasa susah, rasa sakit itu muncul. Muncul dan dapat dirasakan oleh anda. Tentang bagaimana, asumsi-asumsi anda yang mampu memicu beragam sensasi. Sensasi yang terasa secara realita dalam hidup anda.
kesimpulannya selama ini yang anda pikirkan itu dari pikiran bukan dari hati atau rasa itu sendiri.

Komentar