Mengapa perlu adanya KEBEBASAN BERPIKIR ,,???
Kebebasan seseorang untuk memiliki atau mempertimbangkan suatu sudut pandang atau pemikiran yang terlepas dari sudut pandang orang lain. Konsep ini berbeda dengan konsep kebebasan berbicara atau berekspresi.
Kebebasan berpikir mengandung 3 hal penting didalamnya, yaitu, kemampuan untuk mempertimbangkan situasi secara sadar, mampu berpikir rasional, serta mampu mengontrol DIRI sendiri. Kebebasan juga tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab. Jika ia lepas dari tanggung jawab, namanya kebablasan, bukan kebebasan.
“Pikiran kita sebetulnya sudah terjajah. Sedikit sekali ruang untuk kebebasan saat ini. Fanatisme, media sosial, nilai-nilai tradisi yang hilang, dan arus mainstream yang anti-intelektualisme justru jadi sandaran berpedoman. Sandaran ini, secara tidak langsung membuat kita lega, sebab sandaran ini membuat tanggung jawab terdistribusi pada orang banyak yang juga menyandarkan diri pada sandaran tersebut”
LOGIKAnya begini, ketika kita berbeda dari orang lain, ambil contoh dalam hal berpakaian. Seandainya kita pergi ke mall hanya menggunakan kolor, kita pasti akan merasa malu. Ya, karena hakikatnya kita adalah makhluk sosial. Berbeda sama dengan berani bertanggung jawab secara individu. Kalau kita ikut kelompok, kita tidak akan malu. Sebab, tanggung jawabnya terdistribusi secara merata pada setiap anggota kelompok.
LALU, kebebasan berpikir itu seperti apa???
menurut saya kebebasan berpikir itu artinya proses berpikir yang tidak mengikuti gaya orang lain lebih mementingkan rasa. Hal ini seringkali banyak terjebak untuk si DIRI .namun hanya beberapa orang yang mengerti akan hal ini.
Bisa juga berarti suatu kebebasan boleh digunakan tanpa mengurangi kebebasan orang lain, apalagi menyakiti.
Menurut Alexyoung kebebasan berpikir itu LOSS !! TANPA BEBAN .."Ujarnya,
![]() |
| “Kebebasan berpikir dapat membawa kita pada kedamaian dan ketenangan hati,” |
Sebagai gagasan yang dulunya paling banyak disalah-artikan , terutama di kalangan kaum konservatif dan fanatisme (dalam tradisi keagamaan), kebebasan berpikir pada akhirnya membumi. Bisa kita pelajari, secara perlahan orang sudah mau mengikuti dan menerapkannya sebagai satu kepercayaan dan menjadi sebuah keyakinan.
Meski belum seberapa, dan karena tidak seberapa itulah maka kita harus mendemonstrasikannya terus-menurus. Berharap si cicak meraih rembulan, bukan masalah. Bahwa proses tidak akan pernah menghianati hasil. Begitu kira-kira harapan yang harus senantiasa terbangun.
Pertanyaannya adalah, kita ini berpikir bebas atau membebaskan pemikiran? “Pemikir bebas itu berpikir dengan sadar, orang gila itu membebaskan pikiran.”

Komentar