Salah satu hal ..
yang paling besar menguras energi kita, membuat kita lelah, membuat diri capek adalah keinginan kita untuk mengubah orang atau keadaan.
Kita menggunakan kekuatan kita untuk mengubah pasangan, mengatur anak, mengontrol pekerjaan dan seringkali Kita ingin semua berjalan sesuai dengan kehendak kita.
Tanpa Disadari Sifat EGO semakin berkembang biak di dalam DIRI itu sendiri.
Tanpa Disadari Sifat EGO semakin berkembang biak di dalam DIRI itu sendiri.
Mungkin sekali niat baik mendasari perbuatan perbuatan tersebut, namun peradaban jaman di Era semakin modern ini telah membuktikan bahwa pemaksaan kehendak adalah perbuatan yang bukan hanya sia-sia tetapi juga menimbulkan efek yang berkebalikan dari apa yang diharapkan. Manusia telah diberi perangkat yang sangat canggih di dalam DIRInya, sayang sekali kemampuan dalam memahami dan mengerti tergeletak begitu saja digudang alam pikir kita.
Jarang ditemukan manusia yang mau menahan diri sedikit untuk mengerti apa yang membuat ia melakukan kekerasan seksual pada anak?
Ada apa di benak koruptor sehingga ia merasa selalu kekurangan?
Atau program apa yang tertanam di sahabat-sahabat muslim yang sama sama mengujar kebencian mengatasnamakan agama ???
Ada apa di benak koruptor sehingga ia merasa selalu kekurangan?
Atau program apa yang tertanam di sahabat-sahabat muslim yang sama sama mengujar kebencian mengatasnamakan agama ???
Kita lebih senang menggunakan otak hewani kita dengan memberi batasan batasan tegas antara kawan dan lawan, saya benar kamu salah, ini yang seharusnya itu yang tidak boleh !!
Memang terlihat aneh dan tidak masuk akal ketika kita diminta untuk tidak menyalahkan sebuah perbuatan yang "Jelas-jelas adalah salah",
"Salah" terjadi karena ketidakmampuan kita untuk mengerti dan memahami.
"Salah" terjadi karena ketidakmampuan kita untuk mengerti dan memahami.
Disaat kita mampu mengerti dan memahami maka yang tak masuk akal akan menembus menjadi masuk akal dan terkadang tidak bisa dinalar oleh logika tetapi bisa dirasakan ...
Memahami bukan membuatnya menjadi benar apalagi melakukan pembenaran, memahami adalah memahami, tidak menyalahkan dan tidak membenarkan, memahami adalah melampaui keadaan ,kondisi benar dan salah, atau tak terkondisi sesuatu .
Seperti seorang anak yang lebih memilih permen daripada sekoper uang yang disodorkan.
Apakah kita akan mengatakan bahwa anak itu salah?tentu tidak bukan,
Mengapa kita tidak menyalahkan dia?karena kita mengerti dan memahaminya.
Melihat berita terkini, mendengar cerita akhir-akhir ini, mungkin kita harus merubah mindset (arah pikir kita) terhadap virus corona yang terjadi di WUHAN dan sekitarnya ,tak disadarinya dengan pemahaman banyak yang menempatkan posisi yang salah. "sebaik baiknya orang adalah membantu saudara nya bukan menghujat atau mencaci maki "
Miskinnya pemahaman dan keringnya pengertian dalam hati ini sudah dalam tahap yang sangat akut.
![]() |
| Jadilah Pemikir Yang BIJAK |
Pada kondisi seperti ini bagaimana kita bisa berharap akan tumbuh pohon yang berbunga di lahan hati ini?
Mengerti dan memahami adalah ibarat air dan pupuk, memang kita tidak bisa berharap bahwa benih Cinta pasti akan tumbuh namun inilah cara terbaik yang bisa kita lakukan.
Berusaha mengerti dan memahami orang lain bagaikan celah untuk masuk dan memahami diri sendiri, dan tatkala kita mampu memahami diri sendiri (mikrokosmos) kita akan dituntun pada pengertian dan pemahaman tentang semesta (Makrokosmos).
Dan dengan mengerti dan memahami Alam beserta segala Tariannya, keikhlasan akan menggenangi hati ini.
ikhlas tanpa batas ......
ikhlas tanpa batas ......
Pada tingkat pencapaian ini tidak ada yang ditolak, tidak ada yang didebat , tidak ada pula yang disalahkan, segalanya bertumbuh dengan semestinya , semuanya mengalir dalam keselarasan yang sempurna .
#SALAMSEHAT

Komentar