Begitu sulitnya manusia melepaskan si aku dari raga mereka. Melepaskan semua EGO yang terus berkembang biak didalam DIRI atas harta, tahta , dan wanita. Kuasa atas ilmu yang dimiliki , kuasa atas jabatan yang ditempati , kuasa atas segala yang dia punya, dan kemudian mengakui dihadapan Tuhannya. Dan saatnya dirinya, memasuki relung hatinya yang terdalam, bersama dengan ‘Sang DIRIJATI’. Diam disana, dalam pengakuan, . YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK , (maha membolak-balikkan hati) hati yang mengakui, menyadari, menerima, dalam totalitas penuh , sesungguhnya dirinya adalah orang yang berserah. Sesungguhnya keadaannya, akan sukarela atau terpaksa dirinya memang harus berserah. Semua terjadi atas skenario dan kehendak Tuhan Semesta ALAM. Betapa sulitnya Memaknai kata ‘berserah diri’ . Terserah bagaimana atas kehendak-Nya dalam mengajari kita. Sebab pengajaran bisa melalui apa saja dan dimana saja. Namun sungguhkah kita bisa mencerna semua pelajara...
Berbagi nyala dalam seribu bahasa ,mari ciptakan bersama agar selamat sentosa ,terhindar dari bahaya dunia fana yang sementara ..